Friday, June 10, 2016

Sebelum tidur anda melakukan apa?

Menurut ajaran Islam kita disunnahkan untuk bersuci Sebelum tidur dengan cara berwudhu. Jangan langsung tidur ya sahabat sahabat. Apakah hanya itu saja? Tentu masih ada lagi berikut urutan yang sebaiknya kita lakukan menjelang tidur:

Thursday, June 9, 2016

Apa Hukum Salat Tarawih? Berjaamah / tidak? Dirumah / Masjid?

Seringkali kita bertanya-tanya tentang hukum Salat Tarawih, apakah wajib? Seluruh ulama dan kaum muslimin sepakat bahwa hukum dari solat tarawih adalah sunah, maka berlaku juga hukum solat sunah yang lain.

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اجْعَلُوا مِنْ صَلاَتِكُمْ فِى بُيُوتِكُمْ وَلاَ تَتَّخِذُوهَا قُبُورًا

Berikan jatah sebagian shalat sunah kalian di rumah kalian. Dan jangan jadikan rumah kalian seperti kuburan. (HR. Muslim 1856 dan Ahmad 4653)

Hanya saja, ulama berbeda pendapat, mana yang lebih afdhal, shalat tarawih di rumah atau di masjid?

Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah dinyatakan,

قال بعض أهل العلم: صلاتها في البيت أفضل، وهو قول مالك والشافعي .وقال آخرون: صلاتها في المسجد أفضل، لأن الصحابة رضي الله عنهم كانوا يفعلونها في المسجد أوزاعا في جماعات متفرقة حتى جمعهم عمر رضي الله عنه على إمام واحد، وتابعه الصحابة على ذلك ومن بعدهم.

Sebagian ulama mengatakan, shalat tarawih di rumah lebiih afdhal. Ini merupakan pendapat Imam Malik dan Imam as-Syafi’i.

Ulama lain mengatakan, shalat tarawih di masjid lebih afdhal. Karena dulu para sahabat melakukannya di masjid, berjamaah kelompok kecil-kecil. Kemudian mereka disatukan  oleh Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu dengan satu imam. Kemudian diikuti sahabat yang lain, dan generasi setelahnya. (Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 40359)

Jika Ada Kepentingan, di Rumah Lebih Afdhal

Keterangan di atas berlaku, jika di sana tidak ada kepentingan apapun. Namun jika ada kepentingan tertentu untuk dilakukan di selain masjid, misalnya, memotivasi keluarga dan masyarakat sekitar untuk tarawih berjamaah, atau tujuan lainnya, maka tarawih sebaiknya dikerjakan di selain masjid.

Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah dinyatakan,

وصلاة الرجل التراويح في البيت أفضل إذا كانت بنية حث أهل البيت عليها، ورغبة في عدم تركهم لها، لما في ذلك من إعانتهم على إحياء السنة، وتحصيل الخير

Shalat tarawih yang diakukan di rumah lebih afdhal apabila diniatkan untuk memotivasi keluarga di rumah untuk shalat, dan membiasakan mereka untuk tidak meninggalkan tarawih. Karena ini berarti membantu mereka untuk menghidupkan sunah dan mendapatkan kebaikan. (Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 13031)


Wednesday, June 8, 2016

Chapter: Whoever preferred to be beaten killed and humiliated rather than to revert to Kufr

 Narrated Anas:
Allah's Messenger (ﷺ) said, "Whoever possesses the (following) three qualities will have the sweetness of faith (1): The one to whom Allah and His Apostle becomes dearer than anything else; (2) Who loves a person and he loves him only for Allah's Sake; (3) who hates to revert to atheism (disbelief) as he hates to be thrown into the Fire."
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ حَوْشَبٍ الطَّائِفِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ، حَدَّثَنَا أَيُّوبُ، عَنْ أَبِي قِلاَبَةَ، عَنْ أَنَسٍ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ "‏ ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ ‏"‏‏.‏
Reference : Sahih al-Bukhari 6941
In-book reference : Book 89, Hadith 2
USC-MSA web (English) reference : Vol. 9, Book 85, Hadith 74
  (deprecated numbering scheme)

Tuesday, June 7, 2016

Hati-hati reunian dapat menyebabkan 5 kerusakan

Beberapa kerusakan yang kami jumpai ketika buka bersama dengan teman lama sambil reunian:
1- Lebih mementingkan makan dan saling ukhuwah dari pada shalat.
2- Ngobrol, ketawa ketawa, Maghribpun ditinggalkan. Padahal meninggalkan satu shalat saja bisa menghapuskan amalan.مَنْ تَرَكَ صَلاَةَ الْعَصْرِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ“Barangsiapa meninggalkan shalat Ashar, maka terhapuslah amalannya” (HR. Bukhari no. 594). Kalau disebut menghapus amalan, berarti meninggalkan shalat bisa menghapus amalan puasa. Na’udzu billahi min dzalik!

Monday, June 6, 2016

Mistakes are often made when Imsak Time has arrived

Saat ramadhan setiap pagi ketika sahur kita sering kali mendengar Imsak Imsak bapak ibu sudah Imsak waktu Imsak telah tiba. Banyak orang yang mensalah artikannya dengan pendapat ketika Imsak maka kita tidak boleh makan dan minum sahur lagi. Mari kita lihat imsak dalam bahasa arab artinya sama dengan berpuasa. Maka benar ketika imsak tiba kita tidak boleh makan dan minum karena sudah masuk waktu berpuasa namun yang keliru dan sudah menyebar luas dan salah terletak pada waktunya. Di Indonesia atau negara lain waktu imsak dimajukan sekitar 10 menit dari waktu shubuh dan inilah letak kesalahan yang sudah melebarluas.



Sunday, June 5, 2016

History of Fasting in Islam

Islam is the world's first major religious beliefs after Christianity with an increase of than one billion enthusiasts. Around one million worshippers from over 180 countries can make the pilgrimage to Saudi Arabia for Ramadan and Hajj, two of the main times in the Islamic calendar.

Saturday, June 4, 2016

Chapter: What speech is prohibited during As-Salat 3

Narrated Zaid bin Arqam:
In the lifetime of the Prophet (ﷺ) we used to speak while praying, and one of us would tell his needs to his companions, till the verse, 'Guard strictly your prayers (2.238) was revealed. After that we were ordered to remain silent while praying.

Chapter: What speech is prohibited during As-Salat 2

Narrated `Abdullah:
The same as No. 290. from the Prophet.

Chapter: What speech is prohibited during As-Salat

Narrated `Abdullah:
We used to greet the Prophet (ﷺ) while he was praying and he used to answer our greetings. When we returned from An-Najashi (the ruler of Ethiopia), we greeted him, but he did not answer us (during the prayer) and (after finishing the prayer) he said, "In the prayer one is occupied (with a more serious matter)."

Chapter: To take the help of the hands while offering Salat

Narrated Kuraib Maula Ibn `Abbas:
`Abdullah bin `Abbas said that he had passed a night in the house of Maimuna the mother of the faithful believers , who was his aunt. He said, "I slept across the bed, and Allah's Messenger (ﷺ) along with his wife slept lengthwise. Allah's Messenger (ﷺ) slept till midnight or slightly before or after it. Then Allah's Apostle woke up, sat, and removed the traces of sleep by rubbing his hands over his face. Then he recited the last ten verses of Surat-Al `Imran (2). Then he went towards a hanging leather watercontainer and performed a perfect ablution and then stood up for prayer." `Abdullah bin `Abbas added, "I got up and did the same as Allah's Messenger (ﷺ) had done and then went and stood by his side. Allah's Messenger (ﷺ) then put his right hand over my head and caught my right ear and twisted it. He offered two rak`at, then two rak`at, then two rak`at, then two rak`at, then two rak`at, then two rak`at and then offered one rak`a witr. Then he lay down till the Mu'adh-dhin came and then he prayed two light rak`at and went out and offered the early morning (Fajr) prayer."